Ragam Citra Kota Banda Aceh
Sebuah karya penelitian, sedapat-dapatnya, tidak hanya menjadi koleksi perpustakaan-perpustakaan kampus, tidak sekedar menjadi rujukan-rujukan dan bahan pertimbangan bagi penelitian-penelitian lanjutan, tapi semestinya juga dapat terhidang sebagai bacaan populer yang secara gramatikal-redaksional, ringan, renyah dan mudah dicerna oleh khalayak pembaca dari semua kalangan.
Buku bertajuk Ragam Citra Kota Banda Aceh ini, meskipun semula berbentuk disertasi doktor, namun setelah proses penyuntingan dan penyelarasan bahasa, akhirnya tersuguh menjadi buku teks dan narasi, deskripsi dan struktur kalimat yang sederhana, sehingga segmen pembacanya meluas dari yang semula terbatas untuk kalangan mahasiswa, sarjana dan praktisi arsitektur ke khalayak pembaca umum.
Buku yang ditulis oleh seorang arsitek yang masa kecilnya dihabiskan di Banda Aceh ini berikhtiar menyibak lapisan-lapisan sejarah Aceh, membangkitkan memori kolektif masyarakat Aceh, dan menyingkapkan arketipe arsitekturnya guna memperlihatkan realitas keragaman citra kota Banda Aceh dari masa ke masa.
Penulis juga memperlihatkan bahwa pada salah satu kurun dalam rentang sejarah kota Banda Aceh, lima citra (Banda Aceh, Aceh Lhee Sagoe, Serambi Mekah, Darussalam dan Kutaraja) hadir secara bersamaan, utuh, terang dan jelas lengkap dengan artefak-artefak yang merepresentasikannya.